News: Asuransi Syariah Menjadi Alternatif Pilihan

INDUSTRI asuransi syariah di Indonesia terus berkembang. Ini ditandai dengan makin banyaknya perusahaan asuransi syariah yang bermunculan. Asuransi jenis ini kini menjadi alternatif lain bagi masyarakat yang menginginkan perlindungan atas diri dan keluarganya. Prinsip syariah yang dikembangkannya menjadi kelebihan tersendiri dibandingkan asuransi konvensional.

Branch Manager Jakarta Dewi Sartika PT Asuransi Takaful Umum, Nursirwan menerangkan, produk yang paling banyak diminati masyarakat saat ini, khususnya produk asuransi umum adalah produk Asuransi Kendaraan Bermotor. Ini terlihat dari lebih 50% total produksi adalah asuransi kendaraan bermotor.

Serta terkait dengan adanya berbagai kemudahan untuk memperoleh kendaraan bermotor dengan pola pembiayaan bank ataupun leasing yang tumbuh dan berkembang subur, dan juga didorong oleh bank-bank syariah yang telah memberikan porsi khusus kepada perusahaan-perusahaan pembiayaan (leasing) dengan skim syariah.

Dia menjelaskan, masyarakat menyukai produk asuransi kendaraan bermotor syariah ini. Dikarenakan oleh berbagai orientasi, pertama, secara tarif, tariff asuransi kendaraan bermotor syariah cukup kompetitif dan mampu bersaing dengan market konvensional. Secara benefit, produk asuransi syariah memberikan ekstra benefit berupa pembagian bagi hasil. Jika nasabah tersebut tidak mengajukan klaim sampai dengan polisnya berakhir.

Secara pelayanan klaim, masyarakat meyakini bahwa instrument syariah lebih baik dalam pelayanan penyelesaian klaim, atau istilah masyarakat, asuransi syariah lebih memegang amanah dalam janji-janji klaim atas produk-produknya. Akad yang digunakan dalam produk asuransi kendaraan bermotor sama dengan produk syariah lainnya yaitu dengan aqad “waqalah bil ujroh”.

Aqad ini membagi jelas mana premi murni dalam istilah syariah dikenal dengan istilah tabarru’ dan mana premi yang merupakan “ujroh” atau imbal jasa untuk pengelola (perusahaan asuransi), yang digunakan untuk membiayai operasional dan untuk insentif pemasaran. ”Aqad ini dibakukan oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk diberlakukan dalam penjualan produk syariah yang diperkuat juga oleh ketentuan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan,” kata dia, saat dihubungi Seputar Indonesia.

Sementara seperti dikutip dari jasindo.co.id, Direktur Utama Jasindo Eko Budiwiyono mengungkapkan, pihaknya sangat serius menggarap bisnis syariah ini. Makanya asuransi BUMN ini akan terus mengembangkan Unit Usaha Takaful (UUT). UUT adalah bisnis asuransi syariah di Jasindo.

Keseriusan Jasindo dalam mengejar bisnis syariah ditunjukkan dengan rencana perusahaan menambah tujuh kantor penjualan lagi di seluruh Indonesia. Antara lain di Medan,Surabaya, Bandung, Jakarta, Makasar, dan Balikpapan. Dengan penambahan kantor penjualan itu, Jasindo optimistis bisa meningkatkan premi hingga 58% dari sebelumnya.

Selama ini Jasindo hanya mempunyai satu kantor penjualan yang fokus menggarap bisnis syariah.Tentu saja, bisnis asuransi Jasindo wajib didukung permodalan. Saat ini unit syariah Jasindo telah mengantongi modal sendiri sebesar Rp 14 miliar.

sumber: (hermansah) Koran SINDO, Minggu, 13 Juni 2010.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s